Switching adalah proses meneruskan frame ke tujuan berdasarkan destination MAC
address, ini yang dilakukan oleh Switch.
Local Area Network itu sendiri terdiri dari 3 layer pada OSI model:
1. Layer 1 : repeater dan hub (tidak memisahkan collision domain, dan tidak memisahkan broadcast domain)
2. Layer 2 : switch dan bridge (memisahkan collision domain, dan tidak memisahkan broadcast domain)
3. Layer 3 : router (tidak memisahkan collision domain, dan memisahkan broadcast domain)
Selain collision domain, faktor lain yang mempengaruhi perform network yaitu:
a.) multitasking :environment pada jaringan
b.) pemakaian aplikasi seperti browser yang melibatkan jaringan c.) pengaturan client-server pada jaringan
Bentuk jaringan LAN yang umum yaitu ethernet, tujuan dan fungsi utamanya :
a.) best effort delivery ke tujuan
b.) memastikan semua hos jaringan dapat berbagi media yang sama
Ethernet mempunyai standard IEEE 802.3 yang memiliki kelemahan:
- shared media
- bila tidak dibantu device layer 2, tidak memisahkan collision domain
CSMA/ CD digunakan oleh ethernet untuk mengatasi collision pada collision domain yang sama, tapi sifatnya mendeteksi setelah collision domain terjadi pertama kalinya, bukan mencegahnya.
Faktor-faktor lainnya yaitu:
- penggunaan bandwidth yang besar untuk multimedia, graphic, file, dll
- latency pada jaringan
Latency atau delay adalah waktu yang diperlukan oleh frame dari source menuju destination, contohnya:
a.) NIC delay : berapa lama waktu sampai titik menerjemahkan data menjadi layer- layer data untuk dikirim oleh layer 1
b.) Propagation delay : waktu yang diperlukan dikur dari delay media misal UTP, dll
c.) Network device delay : delay yang dihasilkan network device
Perbandingan ketiga layer:
1.) Layer 1 :
Hub maupun repeater tidak melakukan microsegmentation berdasarkan apapun
2.) Layer 2 :
Switch maupun bridge melakukan microsegmentation berdasarkan MAC address, dalam mengirim data ke tujuan
3.) Layer 3 :
Router mengirim data berdasarkan destination ip address, malekukan pemisahan broadcast dan collision domain
Switch terdiri dari dua jenis berdasarkan kesamaan bandwidth port-portnya:
a.) symetric switching
Switch yang semua portnya memiliki besar bandwidth yang sama misalnya bila
10 Mbps, maka semua port 10 Mbps
b.) asymetic swtiching
Switch yang port-portnya tidak memiliki bandwidth yang sama besar, ada beberapa port yang uplink atau lebih besar bandwidthnya, biasanya digunakan oleh konektivitas ke server
Berdasarkan sistem antrian data frame ke tujuan, witch juga dibedakan menjadi dua:
a.) port-based memory buffer
Pada saat melakukan antrian di dalam switch, maka frame dimasukkan dalam incoming port yang spesifik barulah diforward ke tujuannya. Penyimpanan dilakukan pada port
b.) shared memory buffer
Frame tidak disimpan dalam incoming port yang spesifik, tapi disimpan dalam memory switch. Besar frame data yang disimpan dipengruhi oleh besarnya memory pada switch.
Kedua sistem penyimpanan dilakukan saat destination sibuk atau ada frame yang belum sampai ke tujuannya sehingga pengiriman berikut ke tujuan yang sama harus mengantri dibelakangnya.
Tujuan dari microsegmentation:
a.) mengisolasi traffisc pada network
b.) meningkatkan bandwidth
Tambahan
Bila CAM table pada switch telah lengkap maka switch setelah membentuk Virtual Circuit (VC) yang artinya dapat langsung memforward frame ke tujuan dengan membuat jalur khusus (dari MAC address dalam hal ini)
Analisa :
Switch adalah device layer 2, memisahkan collision domain, tapi tidak memisahkan broadcast domain.
Memisahkan collision domain artinya melakukan microsegmentasi yang memberikan keuntungan yaitu dapat mengisolasi traffic dan meningkatkan bandwidth pada tiap host yang terhubung di port masing-masing switch.
Kamis, 21 April 2016
Rabu, 20 April 2016
Sistem Operasi
Sistem operasi adalah program yang bertindak sebagai perantara antara user dengan perangkat keras komputer.
Secara umum komponen sistem komputer terdiri dari :
1.Perangkat Keras, merupakan sumber daya utama untuk proses komputasi.
Perangkat keras komputer terdiri dari : CPU, memory dan perangkat input output
2.Sistem Operasi, mempunyai tugas untuk melakukan control dan koordinasi penggunaan perangkat
keras pada berbagai program aplikasi untuk user-user yang berbeda.
3.Program Aplikasi, menentukan cara sumber daya sistem digunakan untuk menyelesaikan
permasalahan komputasi dari user, contohnya compiler, sistem basis data, video games, program
bisnis dan lain-lain.
4.User yang menggunakan sistem, terdiri dari orang, mesin atau komputer lain. Hubungan antara
komponen-komponen sistem komputer diatas dapat dilihat pada Gambar

Sistem operasi didefinisikan sebagai :
• Resource allocator
Sistem operasi mengatur dan mengalokasikan sumber daya – sumber daya sistem komputer
• Program control
Sistem operasi melakukan control eksekusi dari program user dan operasi input output.
• Kernel
Sistem operasi sering disebut kernel, yaitu suatu program yang berjalan sepanjang waktu (selain program aplikasi).
Analisa : Sistem operasi digunakan untuk mengeksekusi program user dan memudahkan menyelesaikan permasalahan user. Selain itu dengan adanya sistem operasi membuat sistem komputer nyaman digunakan. Sistem operasi mempunyai tujuan untuk menggunakan perangkat keras komputer secara efisien.
Secara umum komponen sistem komputer terdiri dari :
1.Perangkat Keras, merupakan sumber daya utama untuk proses komputasi.
Perangkat keras komputer terdiri dari : CPU, memory dan perangkat input output
2.Sistem Operasi, mempunyai tugas untuk melakukan control dan koordinasi penggunaan perangkat
keras pada berbagai program aplikasi untuk user-user yang berbeda.
3.Program Aplikasi, menentukan cara sumber daya sistem digunakan untuk menyelesaikan
permasalahan komputasi dari user, contohnya compiler, sistem basis data, video games, program
bisnis dan lain-lain.
4.User yang menggunakan sistem, terdiri dari orang, mesin atau komputer lain. Hubungan antara
komponen-komponen sistem komputer diatas dapat dilihat pada Gambar

Sistem operasi didefinisikan sebagai :
• Resource allocator
Sistem operasi mengatur dan mengalokasikan sumber daya – sumber daya sistem komputer
• Program control
Sistem operasi melakukan control eksekusi dari program user dan operasi input output.
• Kernel
Sistem operasi sering disebut kernel, yaitu suatu program yang berjalan sepanjang waktu (selain program aplikasi).
Analisa : Sistem operasi digunakan untuk mengeksekusi program user dan memudahkan menyelesaikan permasalahan user. Selain itu dengan adanya sistem operasi membuat sistem komputer nyaman digunakan. Sistem operasi mempunyai tujuan untuk menggunakan perangkat keras komputer secara efisien.
Struktur Sistem Operasi
Manajemen Proses
Untuk mengatur proses yang ada, sistem operasi bertanggung jawab pada aktrifitas-aktifitas yang berhubungan denagn manajemen proses berikut :
Pembuatan dan penghapusan proses yang dibuat oleh user atau sistem.
Menghentikan proses sementara dan melanjutkan proses.
Menyediakan kelengkapan mekanisme untuk sinkronisasi proses dan komunikasi proses.
Manajemen Memori Utama
Memori utama atau biasanya disebut dengan memori adalah sebuah array besar berukuran word atau byte, dimana setiap array tersebut mempunyai alamat tertentu. Memori adalah perangkat penyimpan volatile. Isi memori akan hilang apabila terjadi kegagalan system.
Untuk mengatur memori, sistem operasi bertanggung jawab pada aktifitas- aktifitas manajemen memori sebagai berikut :
Menjaga dan memelihara bagian-bagian memori yang sedang digunakan dan dari yang menggunakan.
Memutuskan proses-proses mana saja yang harus dipanggil ke memori jika tersedia ruang di memori.
Mengalokasikan dan mendealokasikan ruang memori jika diperlukan.
Manajemen File
File adalah kumpulan informasi yang saling berhubungan yang sudah didefinisikan oleh pembuatnya (user). Biasanya, file berupa program (baik dalam bentu source maupun object) dan data.
Untuk mengatur file, sistem operasi bertanggung jawab pada aktifitas-aktifitas yang berhubungan dengan manajemen file sebagai berikut:
Pembuatan dan penghapusan file.
Pembuatan dan penghapusan direktori.
Primitif-primitif yang mendukung untuk manipulasi file dan direktori.
Pemetaan file ke memori sekunder.
Backup file ke media penyimpanan yang stabil (nonvolatile).
Manajemen I/O
Sistem operasi bertanggung-jawab pada aktifitas-aktifitas sistem I/O sebagai berikut:
Sistem buffer-caching
Antarmuka device-driver secara umum.
Driver untuk device hardware-hardware tertentu.
Manajemen Penyimpan Sekunder
Karena memori utama (primary storage) bersifat volatile dan terlalu kecil untuk mengakomodase semua data dan program secara permanen, sistem komputer harus menyediakan penyimpan sekunder (secondary storage) untuk back up memori utama. Beberapa sistem komputer modern menggunakan disk untuk media penyimpan on-lin, baik program maupun data.
Sistem operasi bertanggung jawab pada aktifitas-aktifitas manajemen penyimpan sekunder sebagai berikut:
Pengaturan ruang bebas.
Alokasi penyimpanan.
Penjadwalan disk.
Sistem Jaringan (Sistem Terdistribusi)
Sistem terdistribusi adalah kumpulan prosessor yang tidak menggunakan memori atau clock bersama-sama. Setiap prosessor mempunyai local memori sendiri. Prosessor-prosessor pada sistem dihubungkan melalui jaringan komunikasi. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan protocol.
Sistem terdistribusi memungkinkan user untuk mengakses sumber daya (resource) yang beragam. Dengan mengakses sumber daya yang dapat digunakan bersama-sama tersebut akan memberikan keuntungan dalam
Meningkatkan kecepatan komputasi
Meningkatkan ketersediaan data
Meningkatkan kehandalan sistem
Sistem Proteksi
Proteksi adalah suatu mekanisme untuk mengontrol akses oleh program, proses atau user pada sistem maupun resource dari user.
Mekanisme sistem proteksi yang harus disediakan sistem meliputi :
Membedakan antara penggunaan yang sah dan yang tidak sah.
Menentukan kontrol yang terganggu.
Menetapkan cara pelaksanaan proteksi.
Sistem Command Intepreter
Beberapa perintah yang dimasukkan ke sistem operasi menggunakan pernyataan kontrol yang digunakan untuk
Manajemen dan pembuatan proses
Penangananan I/O
Manajemen penyimpan sekunder
Manajemen memori utama
Akses sistem file
Proteksi
Jaringan
Program yang membaca dan menterjemakan pernyataan kontrol disebut dengan command-line intepreter atau shell pada UNIX. Fungsinya adalah untuk mengambil dan mengeksekusi pernyataan perintah berikutnya.
Analisa :
Sistem operasi terdiri dari beberapa komponen, antara lain manajemen proses, manajemen memori utama, manajemen file, manajemen sistem I/O, manajemen penyimpan sekunder, system jaringan, system proteksi dan system
command interpreter. Pada Proses, Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Sebuah proses memerlukan sumber daya (resource) tertentu seperti waktu CPU, memori, file dan perangkat I/O untuk menyelesaikan tugasnya.
Pada Memori, Memori adalah penyimpan yang dapat mengakses data dengan cepat yang digunakan oleh CPU dan perangkat I/O
Pada Manajemen File, File adalah kumpulan informasi yang saling berhubungan yang sudah didefinisikan oleh pembuatnya (user)
Untuk mengatur proses yang ada, sistem operasi bertanggung jawab pada aktrifitas-aktifitas yang berhubungan denagn manajemen proses berikut :
Pembuatan dan penghapusan proses yang dibuat oleh user atau sistem.
Menghentikan proses sementara dan melanjutkan proses.
Menyediakan kelengkapan mekanisme untuk sinkronisasi proses dan komunikasi proses.
Manajemen Memori Utama
Memori utama atau biasanya disebut dengan memori adalah sebuah array besar berukuran word atau byte, dimana setiap array tersebut mempunyai alamat tertentu. Memori adalah perangkat penyimpan volatile. Isi memori akan hilang apabila terjadi kegagalan system.
Untuk mengatur memori, sistem operasi bertanggung jawab pada aktifitas- aktifitas manajemen memori sebagai berikut :
Menjaga dan memelihara bagian-bagian memori yang sedang digunakan dan dari yang menggunakan.
Memutuskan proses-proses mana saja yang harus dipanggil ke memori jika tersedia ruang di memori.
Mengalokasikan dan mendealokasikan ruang memori jika diperlukan.
Manajemen File
File adalah kumpulan informasi yang saling berhubungan yang sudah didefinisikan oleh pembuatnya (user). Biasanya, file berupa program (baik dalam bentu source maupun object) dan data.
Untuk mengatur file, sistem operasi bertanggung jawab pada aktifitas-aktifitas yang berhubungan dengan manajemen file sebagai berikut:
Pembuatan dan penghapusan file.
Pembuatan dan penghapusan direktori.
Primitif-primitif yang mendukung untuk manipulasi file dan direktori.
Pemetaan file ke memori sekunder.
Backup file ke media penyimpanan yang stabil (nonvolatile).
Manajemen I/O
Sistem operasi bertanggung-jawab pada aktifitas-aktifitas sistem I/O sebagai berikut:
Sistem buffer-caching
Antarmuka device-driver secara umum.
Driver untuk device hardware-hardware tertentu.
Manajemen Penyimpan Sekunder
Karena memori utama (primary storage) bersifat volatile dan terlalu kecil untuk mengakomodase semua data dan program secara permanen, sistem komputer harus menyediakan penyimpan sekunder (secondary storage) untuk back up memori utama. Beberapa sistem komputer modern menggunakan disk untuk media penyimpan on-lin, baik program maupun data.
Sistem operasi bertanggung jawab pada aktifitas-aktifitas manajemen penyimpan sekunder sebagai berikut:
Pengaturan ruang bebas.
Alokasi penyimpanan.
Penjadwalan disk.
Sistem Jaringan (Sistem Terdistribusi)
Sistem terdistribusi adalah kumpulan prosessor yang tidak menggunakan memori atau clock bersama-sama. Setiap prosessor mempunyai local memori sendiri. Prosessor-prosessor pada sistem dihubungkan melalui jaringan komunikasi. Komunikasi dilakukan dengan menggunakan protocol.
Sistem terdistribusi memungkinkan user untuk mengakses sumber daya (resource) yang beragam. Dengan mengakses sumber daya yang dapat digunakan bersama-sama tersebut akan memberikan keuntungan dalam
Meningkatkan kecepatan komputasi
Meningkatkan ketersediaan data
Meningkatkan kehandalan sistem
Sistem Proteksi
Proteksi adalah suatu mekanisme untuk mengontrol akses oleh program, proses atau user pada sistem maupun resource dari user.
Mekanisme sistem proteksi yang harus disediakan sistem meliputi :
Membedakan antara penggunaan yang sah dan yang tidak sah.
Menentukan kontrol yang terganggu.
Menetapkan cara pelaksanaan proteksi.
Sistem Command Intepreter
Beberapa perintah yang dimasukkan ke sistem operasi menggunakan pernyataan kontrol yang digunakan untuk
Manajemen dan pembuatan proses
Penangananan I/O
Manajemen penyimpan sekunder
Manajemen memori utama
Akses sistem file
Proteksi
Jaringan
Program yang membaca dan menterjemakan pernyataan kontrol disebut dengan command-line intepreter atau shell pada UNIX. Fungsinya adalah untuk mengambil dan mengeksekusi pernyataan perintah berikutnya.
Analisa :
Sistem operasi terdiri dari beberapa komponen, antara lain manajemen proses, manajemen memori utama, manajemen file, manajemen sistem I/O, manajemen penyimpan sekunder, system jaringan, system proteksi dan system
command interpreter. Pada Proses, Proses adalah program yang sedang dieksekusi. Sebuah proses memerlukan sumber daya (resource) tertentu seperti waktu CPU, memori, file dan perangkat I/O untuk menyelesaikan tugasnya.
Pada Memori, Memori adalah penyimpan yang dapat mengakses data dengan cepat yang digunakan oleh CPU dan perangkat I/O
Pada Manajemen File, File adalah kumpulan informasi yang saling berhubungan yang sudah didefinisikan oleh pembuatnya (user)
Kamis, 07 April 2016
Pengertian Bahasa dan contohnya
1. Pengertian Bahasa
Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah.
Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembarang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan simbol atau perlambang.
Contohnya :
Misalnya berupa :
- Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, kentongan, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
- bunyi tong-tong memberi tanda bahaya
- adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
- alarm untuk tanda segera berkumpul
- bedug untuk tanda segera melakukan sholat
- telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
- simbol – tanda stop untuk pengguna jalan, simbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet.
- gambar peta yang menunjukkan jalan
- suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya
- adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran
- bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.
sumber : http://goresanhijauku.blogspot.com/2011/11/menggunakan-bahasa-indonesia-secara.html
Menurut Gorys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan mempergunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah.
Bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks daripada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Bahasa haruslah merupakan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bukannya sembarang bunyi. Dan bunyi itu sendiri haruslah merupakan simbol atau perlambang.
Contohnya :
Misalnya berupa :
- Alat-alat itu digunakan untuk berkomunikasi misalnya gerak badaniah, alat bunyi-bunyian, kentongan, lukisan, gambar, dsb).
Contohnya :
- bunyi tong-tong memberi tanda bahaya
- adanya asap menunjukkan bahaya kebakaran
- alarm untuk tanda segera berkumpul
- bedug untuk tanda segera melakukan sholat
- telepon genggam untuk memanggil orang pada jarak jauh
- simbol – tanda stop untuk pengguna jalan, simbol laki-laki dan perempuan bagi pengguna toilet.
- gambar peta yang menunjukkan jalan
- suasana gemuruh kentongan dipukul tanda ketika ada bahaya
- adanya asap tampak dari kejauhan pertanda kebakaran
- bunyi alarm (suasana tanda bahaya gempa bumi/bencana alam) dsb.
sumber : http://goresanhijauku.blogspot.com/2011/11/menggunakan-bahasa-indonesia-secara.html
Selasa, 05 April 2016
Penjadwalan CPU
KONSEP DASAR
Pada sistem multiprogramming, selalu akan terjadi beberapa proses berjalan dalam suatu waktu. Sedangkan pada uniprogramming hal ini tidak akan terjadi, karena hanya ada satu proses yang berjalan pada saat tertentu. Sistem multiprogramming diperlukan untuk memaksimalkan utilitas CPU.
Pada saat proses dijalankan terjadi siklus eksekusi CPU dan menunggu I/O yang disebut dengan siklus CPU-I/O burst. Eksekusi proses dimulai dengan CPU burst dan dilanjutkan dengan I/O burst, diikuti CPU burst lain, kemudian I/O burst lain dan
seterusnya seperti pada Gambar

Siklus CPU-I/O Burst

Histogram waktu CPU burst
Pada saat suatu proses dieksekusi, terdapat banyak CPU burst yang pendek dan terdapat sedikit CPU burst yang panjang. Program yang I/O bound biasanya sangat pendek CPU burst nya, sedangkan program yang CPU bound kemungkinan CPU burst nya sangan lama.
Hal ini dapat digambarkan dengan grafik yang eksponensial atau hiper eksponensial seperti pada Gambar diatas. Oleh karena itu sangat penting pemilihan algoritma penjadwalan CPU.
CPU Scheduler
Pada saat CPU menganggur, maka sistem operasi harus menyeleksi proses- proses yang ada di memori utama (ready queue) untuk dieksekusi dan mengalokasikan CPU untuk salah satu dari proses tersebut. Seleksi semacam ini disebut dengan short- term scheduler (CPU scheduler). Keputusan untuk menjadwalkan CPU mengikuti empa keadaan dibawah ini :
Apabila proses berpindah dari keadaan running ke waiting
Apabila proses berpindah dari keadaan running ke ready
Apabila proses berpindah dari keadaan waiting ke ready
Apabila proses berhenti.
Apabila model penjadwalan yang dipilih menggunakan keadaan 1 dan 4, maka penjadwakan semacam ini disebut non-peemptive. Sebaliknya, apabila yang digunakan adalah keadaan 2 dan 3, maka disebut dengan preemptive.
Pada non-preemptive, jika suatu proses sedang menggunakan CPU, maka proses tersebut akan tetap membawa CPU sampai proses tersebut melepaskannya (berhenti atau dalam keadaan waiting). Preemptive scheduling memiliki kelemahan, yaitu biaya yang dibutuhkan sangat tinggi. Antara lain, harus selalu dilakukan perbaikan data. hal ini terjadi jika suatu proses ditinggalkan dan akan segera dikerjakan proses yang lain.
Dispatcher
Dispatcher adalah suatu modul yang akan memberikan kontrol pada CPU terhadap penyeleksian proses yang dilakukan selama short-term scheduling. Fungsi- fungsi yang terkandung di dalam-nya meliputi :
Switching context;
Switching ke user-mode;
Melompat ke lokasi tertentu pada user program untuk memulai program.
Waktu yang diperlukan oleh dispatcher untuk menghentikan suatu proses dan memulai untuk menjalankan proses yang lainnya disebut dispatch latency.
Analisa : Algoritma penjadwalan CPU yang berbeda akan memiliki perbedaan properti. Sehingga untuk memilih algoritma ini harus dipertimbangkan dulu properti-properti algoritma tersebut. Ada beberapa kriteria yang digunakan untuk melakukan pembandingan algoritma penjadwalan CPU, antara lain:
CPU utilization. Diharapkan agar CPU selalu dalam keadaan sibuk. Utilitas CPU dinyatakan dalam bentuk prosen yaitu 0-100%. Namun dalam kenyataannya hanya berkisar antara 40-90%.
Throughput. Adalah banyaknya proses yang selesai dikerjakan dalam satu satuan waktu
Turnaround time. Banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi proses, dari mulai menunggu untuk meminta tempat di memori utama, menunggu di ready queue, eksekusi oleh CPU, dan mengerjakan I/O.
Waiting time. Waktu yang diperlukan oleh suatu proses untuk menunggu di ready queue. Waiting time ini tidak mempengaruhi eksekusi proses dan penggunaan I/O
Response time. Waktu yang dibutuhkan oleh suatu proses dari minta dilayani hingga ada respon pertama yang menanggapi permintaan tersebut.
Fairness. Meyakinkan bahwa tiap-tiap proses akan mendapatkan pembagian waktu penggunaan CPU secara terbuka (fair).
Pada sistem multiprogramming, selalu akan terjadi beberapa proses berjalan dalam suatu waktu. Sedangkan pada uniprogramming hal ini tidak akan terjadi, karena hanya ada satu proses yang berjalan pada saat tertentu. Sistem multiprogramming diperlukan untuk memaksimalkan utilitas CPU.
Pada saat proses dijalankan terjadi siklus eksekusi CPU dan menunggu I/O yang disebut dengan siklus CPU-I/O burst. Eksekusi proses dimulai dengan CPU burst dan dilanjutkan dengan I/O burst, diikuti CPU burst lain, kemudian I/O burst lain dan
seterusnya seperti pada Gambar

Siklus CPU-I/O Burst

Histogram waktu CPU burst
Pada saat suatu proses dieksekusi, terdapat banyak CPU burst yang pendek dan terdapat sedikit CPU burst yang panjang. Program yang I/O bound biasanya sangat pendek CPU burst nya, sedangkan program yang CPU bound kemungkinan CPU burst nya sangan lama.
Hal ini dapat digambarkan dengan grafik yang eksponensial atau hiper eksponensial seperti pada Gambar diatas. Oleh karena itu sangat penting pemilihan algoritma penjadwalan CPU.
CPU Scheduler
Pada saat CPU menganggur, maka sistem operasi harus menyeleksi proses- proses yang ada di memori utama (ready queue) untuk dieksekusi dan mengalokasikan CPU untuk salah satu dari proses tersebut. Seleksi semacam ini disebut dengan short- term scheduler (CPU scheduler). Keputusan untuk menjadwalkan CPU mengikuti empa keadaan dibawah ini :
Apabila proses berpindah dari keadaan running ke waiting
Apabila proses berpindah dari keadaan running ke ready
Apabila proses berpindah dari keadaan waiting ke ready
Apabila proses berhenti.
Apabila model penjadwalan yang dipilih menggunakan keadaan 1 dan 4, maka penjadwakan semacam ini disebut non-peemptive. Sebaliknya, apabila yang digunakan adalah keadaan 2 dan 3, maka disebut dengan preemptive.
Pada non-preemptive, jika suatu proses sedang menggunakan CPU, maka proses tersebut akan tetap membawa CPU sampai proses tersebut melepaskannya (berhenti atau dalam keadaan waiting). Preemptive scheduling memiliki kelemahan, yaitu biaya yang dibutuhkan sangat tinggi. Antara lain, harus selalu dilakukan perbaikan data. hal ini terjadi jika suatu proses ditinggalkan dan akan segera dikerjakan proses yang lain.
Dispatcher
Dispatcher adalah suatu modul yang akan memberikan kontrol pada CPU terhadap penyeleksian proses yang dilakukan selama short-term scheduling. Fungsi- fungsi yang terkandung di dalam-nya meliputi :
Switching context;
Switching ke user-mode;
Melompat ke lokasi tertentu pada user program untuk memulai program.
Waktu yang diperlukan oleh dispatcher untuk menghentikan suatu proses dan memulai untuk menjalankan proses yang lainnya disebut dispatch latency.
Analisa : Algoritma penjadwalan CPU yang berbeda akan memiliki perbedaan properti. Sehingga untuk memilih algoritma ini harus dipertimbangkan dulu properti-properti algoritma tersebut. Ada beberapa kriteria yang digunakan untuk melakukan pembandingan algoritma penjadwalan CPU, antara lain:
CPU utilization. Diharapkan agar CPU selalu dalam keadaan sibuk. Utilitas CPU dinyatakan dalam bentuk prosen yaitu 0-100%. Namun dalam kenyataannya hanya berkisar antara 40-90%.
Throughput. Adalah banyaknya proses yang selesai dikerjakan dalam satu satuan waktu
Turnaround time. Banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi proses, dari mulai menunggu untuk meminta tempat di memori utama, menunggu di ready queue, eksekusi oleh CPU, dan mengerjakan I/O.
Waiting time. Waktu yang diperlukan oleh suatu proses untuk menunggu di ready queue. Waiting time ini tidak mempengaruhi eksekusi proses dan penggunaan I/O
Response time. Waktu yang dibutuhkan oleh suatu proses dari minta dilayani hingga ada respon pertama yang menanggapi permintaan tersebut.
Fairness. Meyakinkan bahwa tiap-tiap proses akan mendapatkan pembagian waktu penggunaan CPU secara terbuka (fair).
Minggu, 03 April 2016
Sistem Sensor dan Robotik
Sensor Sentuh (Tactile Sensor)
Banyak robot yang memerlukan sensor sentuh sebagai
kelengkapannya. Penggunaan sensor sentuh misalnya untuk mendeteksi keberadaan
suatu obyek pada tangan robot dan mencegah tabrakan antara robot dengan suatu
obyek. Di industri sensor jenis ini digunakan untuk menghitung produk yang
dihasilkan dan juga untuk menyesuaikan orientasi suatu obyek selain juga dapat
menggunakan sensor proksimiti.
Sensor sentuh pada dasarnya adalah saklar dengan berbagai
macam variasi bentuknya. Rangkaian sensor sentuh pada umumnya menggunakan
resistor pull-up ataupun pull-down seperti terlihat pada Gambar 0-1. Rangkaian
menggunakan resistor pull-up bersifat active low yang berarti rangkaian
mengeluarkan sinyal 1 kecuali saat saklar aktif. Hal ini berkebalikan dengan
rangkaian menggunakan resistor pull-down yang bersifat active low, yaitu
rangkaian mengeluarkan sinyal 0 kecuali saat saklar aktif. Nilai resistor
pull-up dan pull down berkisar antara 1 – 10 k. Dari kedua rangkaian tersebut,
rangkaian pull-up lebih banyak digunakan dibanding rangkaian pull down.

Gambar 0 1 Dasar rangkaian saklar

Gambar 0 2 Diagram
pengkabelan untuk rangkaian sungut
Contoh sensor sentuh sederhana berupa sungut (whisker)
beserta diagram pengkabelannya terdapat pada Gambar 0-2. Rangkaian ini
sebetulnya merupakan rangkaian pull up dengan kedua sungut berfungsi sebagai
saklar. Rangkaian akan mengeluarkan sinyal 1 saat sungut tidak tertekan. Jika
sungut tertekan maka sinyal output akan menjadi 0 karena sungut dihubungkan
dengan ground.

Gambar 0 3
Microswitch beserta rangkaiannya.
Pilihan lain yang dapat digunakan sebagai sensor sentuh
adalah microswitch yang merupakan saklar SPDT. Microswitch adalah saklar tekan
yang aktif jika ada obyek menyentuh/mendorong tuas dan sering juga disebut
sebagai limit switch. Gambar 0-3 menunjukkan gambar microswitch dan contoh
rangkaiannya.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan sensor sentuh
adalah robot yang menggunakan sensor ini haruslah dapat berhenti secara
mendadak sehingga kurang cocok untuk robot dengan kecepatan tinggi. Untuk
deteksi obyek lebih lanjut dapat digunakan sensor non-kontak seperti ultrasonik
ataupun inframerah.
Sensor Cahaya
Terdapat banyak peranti yang dapat digunakan sebagai sensor
cahaya antara lain fotoresistor, fotodioda, dan fototransistor. Berdasarkan
panjang gelombangnya sensor cahaya diklasifikasikan menjadi sensor inframerah,
cahaya tampak dan ultraviolet.
Sensor cahaya mempunyai banyak kegunaan pada sistem otomasi.
Beberapa contohnya antara lain deteksi kertas pada printer, penentuan banyaknya
lampu yang dibutuhkan suatu ruangan, dan penentuan nyala lampu blitz pada
kamera.
Pada mobile robot sensor cahaya kebanyakan digunakan untuk
dua hal, yaitu penjejak garis dan deteksi obyek. Robot penjejak garis
menggunakan sensor cahaya untuk menentukan garis yang berwarna gelap dengan
lantai yang berwarna terang atau sebaliknya. Sensor deteksi obyek dapat dibagi
menjadi :
● sensor
proksimasi : biasanya berupa sensor dengan output biner. Obyek hanya diketahui
jika memasuki zona tertentu di sekitar robot, di luar zona itu obyek diabaikan.
● sensor
pengukuran jarak : selain mengetahui keberadaan suatu obyek, sensor juga dapat
mengetahui jarak obyek dari robot dalam rentang jarak tertentu.
Selain kedua penggunaan utama tersebut, sensor cahaya dapat
juga digunakan sebagai pengukur temperatur (inframerah) dan sensor api
(ultraviolet).
Fotoresistor atau sering juga disebut sebagai Light
Dependant Resistor adalah resistor yang mempunyai nilai resistansi yang berubah
sesuai dengan intensitas cahaya tampak yang menimpanya. Elemen pada
fotoresistor terbuat dari Cadmium Sulfida (CdS) yang peka terhadap cahaya
tampak. Intensitas cahaya berbanding terbalik dengan nilai resistansi
fotoresistor, atau dengan kata lain sebanding dengan nilai konduktansinya.
Keadaan gelap menyebabkan nilai resistansi meningkat, sedangkan keadaan terang
menyebabkan nilai resistansi berkurang. Nilai resistansi fotoresistor berkisar
antara beberapa ohm hingga beberapa kilo ohm.

Gambar 0 4 Perbandingan karakteristik sel CdS (fotoresistor)
dengan fotodioda (dan fototransistor)
Fotoresistor dihubungkan dengan resistor lain untuk
membentuk rangkaian pembagi tegangan untuk diukur beda tegangannya. Gambar 0-5
menunjukkan rangkaian fotoresistor, untuk (a) tegangan output sebanding dengan
intensitas cahaya, sedangkan pada (b) tegangan berbanding terbalik dengan
intensitas cahaya. Nilai R dipilih sehingga nilai Vout diusahakan berada pada
rentang 0 – 5 V. Untuk penggunaan umum nilai R dapat dipilih 330 atau 470 .
Output dari rangkaian fotoresistor dapat dihubungkan dengan komparator untuk
mendapatkan sinyal biner (on/off) ataupun ADC. Cara lain mengukur nilai
resistansi fotoresistor adalah dengan mengukur waktu RC yang akan dijelaskan
pada bagian pengkondisi sinyal. Fotoresistor mempunyai kelemahan dibanding
fototransistor ataupun fotodioda yaitu waktu responsnya yang relatif lambat.

Gambar 0 5
Fotoresistor dan rangkaiannya
Fototransistor adalah transistor (biasanya dari jenis NPN)
yang dapat meneruskan arus sesuai dengan banyaknya intensitas cahaya yang
mengenainya. Berbeda dengan fotoresistor yang peka terhadap cahaya tampak,
fototransistor dan juga fotodioda lebih peka terhadap cahaya pada spektrum
inframerah. Cahaya pada fototransistor menggantikan peranan arus basis, semakin
banyak intensitas cahaya, semakin banyak arus yang dapat dialirkan dari
kolektor ke emitor.

Gambar 0 6 Rangkaian
fototransistor
Contoh rangkaian fototransistor ditunjukkan pada Gambar 0-6.
Rangkaian tersebut bersifat active low, yang berarti tegangan output berbanding
terbalik dengan intensitas cahaya yang diterima. Output rangkaian
fototransistor biasanya dihubungkan dengan pengkondisi sinyal biner seperti
inverting transistor, komparator, ataupun Schmidt trigger. Fototransistor
sering ditemui dalam kemasan berpasangan dengan LED (biasanya inframerah)
membentuk rangkaian optokopler (atau optoisolator) dan optoreflektor.
Fotodioda merupakan dioda yang peka terhadap cahaya. Dioda
pada umumnya hanya dapat mengalirkan arus dari anoda ke katoda, namun fotodioda
dapat mengalirkan arus yang berarah sebaliknya (dari katoda ke anoda) saat
diberi cahaya. Rangkaian fotodioda mirip dengan rangkaian fototransistor
seperti terlihat pada Gambar 0-7. Jika diberi cahaya maka tegangan output akan
berkurang, begitu juga jika keadaansebaliknya.

Gambar 0 7 Rangkaian
fotodioda
Sensor Inframerah
Sinar inframerah adalah sinar atau gelombang elektromagnet
yang mempunyai frekuensi lebih rendah (atau dengan kata lain panjang gelombang
lebih besar) dari warna merah. Penggunaan inframerah yang paling populer adalah
pada peranti remote control TV. Pada robot, selain untuk remote control
inframerah juga dapat digunakan sebagai sensor proksimasi ataupun pengukur
jarak. Untuk itu diperlukan LED inframerah dan penerima inframerah, yang memuat
detektor inframerah beserta pelengkapnya seperti tapis, penguat, dan
demodulator. Sinar inframerah yang dipancarkan mempunyai frekuensi 38 – 40 kHz
untuk membedakan dengan pancaran sinar inframerah lain (misal dari lampu atau
sinar matahari). Pada penerima demodulator digunakan mengubah sinyal tersebut
menjadi sinyal biner biasa.

Gambar 0 8 Penerima inframerah
Salah satu contoh sensor inframerah untuk penentuan jarak
adalah GPD2D12 dari Sharp. Sensor ini sebenarnya digunakan untuk peranti
peringatan jarak pada mobil dan deteksi banyaknya kertas pada mesin fotokopi.
Output dari sensor ini adalah bilangan biner 8 bit yang mewakili jarak antara
10 – 80 cm. Prinsip kerja sensor ini adalah mengukur kemiringan pantulan dari
sinar inframerah yang dipantulkan oleh suatu obyek (Gambar 0-10). Semakin dekat
obyek berada semakin besar pula sudut pantulan sinar inframerah.

Gambar 0 9 Sensor GPD2D12 dari Sharp beserta hubungan
input-outputnya
Gambar 0 10 Prinsip
kerja sensor pengukur jarak inframerah
Jenis lain sensor inframerah adalah Passive Infra Red (PIR).
PIR dapat digunakan untuk mendeteksi manusia atau binatang yang ada di dekatnya
melalui radiasi inframerah dari panas tubuh yang dipancarkan. Sensor ini
digunakan misalnya pada pintu otomatis atau sistem alarm.
Analisa:
Sensor adalah peranti yang menerima input berupa suatu besaran/sinyal fisik yang kemudian mengubahnya menjadi besaran/sinyal lain yang diteruskan ke kontroler. Terdapat banyak jenis sensor yang digunakan pada robot.Beberapa jenis sensor yang digunakan terutama pada mobile robot dan lebih dititikberatkan pada antarmuka dengan kontroler.
Sensor adalah peranti yang menerima input berupa suatu besaran/sinyal fisik yang kemudian mengubahnya menjadi besaran/sinyal lain yang diteruskan ke kontroler. Terdapat banyak jenis sensor yang digunakan pada robot.Beberapa jenis sensor yang digunakan terutama pada mobile robot dan lebih dititikberatkan pada antarmuka dengan kontroler.
Pengertian tentang Robotika
Kata robot diambil dari kata yang berasal dari kata robota,
yang mempunyai arti pekerja, dipopulerkan oleh Isaac Asimov pada tahun 1950
dalam sebuah karya fiksinya. Robot biasanya digunakan untuk tugas berat,
bahaya, pekerjaan berulang dan kotor. Biasanya menunjuk robot industri
digunakan dalam garis produksi. Penggunaan lainnya termasuk pembersihan limbah
beracun, penjelajahan bawah air dan luar angkasa, pertambangan, cari dan
tolong, dan pencarian tambang. Belakangan ini robot mulai memasuki pasaran konsumen
di bidang hiburan, penyedot debu, dan pendeteksi kebocoran gas.
Robot pertama kali dikembangkan oleh Computer Aided
Manufacturing-International (CAM-1), “ Robot adalah peralatan yang mampu
melakukan fungsi-fungsi yang biasa dilakukan oleh manusia, atau peralatan yang
mampu bekerja dengan intelegensi yang mirip dengan manusia”. Definisi kedua,
dikembangkan oleh Robotics Institute of America (RIA), perkumpulan pembuat
robot yang lebih menitikberatkan terhadap kemampuan nyata yang dimiliki oleh
robot terhadap kemiripannya dengan manusia.
Robot adalah peralatan manipulator yang mampu diprogram,
mempunyai berbagai fungsi, yang dirancang untuk memindahkan barang,
komponen-komponen, peralatan, atau alat-alat khusus, melalui berbagai gerakan
terprogram untuk pelaksanaan berbagai pekerjaan. Secara mendasar, robot memilik
banyak hal yang sama dengan otomasi internal, mereka memanfaatkan piranti
tenaga yangserupa (seperti listrik, hidraulik, atau pneumatik) dan mereka
dikendalikan melalui urutan-urutan yang telah dikendalikan melalui program,
yang memungkinkan mesin tersebut pada posisi yang diinginkan. Lingkungan
seperti ini didefinisikan sebagai lingkungan Dalam perkembangan mesin yang
terotomatisasi ini akan menjadi bermacam-macam spesifikasi tergantung kebutuhan
aktifitas manusia terhadap otomatisasi industri dan robotika.
Robotika merupakan
bidang dinamis yang perkembangannya maju pesat. Perkembangan ini selain
melibatkan komputasi, permesinan danelektronika juga menyangkut perkembangan
teknologi terapan. Penelitian dibidang terakhir ini biasanya berakar dari
industri, untuk memecahkan masalah industri dengan teknologi yang ada. Misalnya
adalah pengembangan perangkat lunak untuk mendapatkan algoritma baru bagi
pengendalian robot, pengembangan sistem penglihatan dengan sistem resolusi yang
lebih tinggi, perbaikan kemampuan sensor dan pengembangan protokol komunikasi
untuk komunikasi dengan komputer dan peralatan pabrikSehingga robot diasmsikan
sebagai gabungan antara perangkat mekanik dan perangkat elektronik yang
berfungsi untuk menggantikan pekerjaan manusia yang beresiko tinggi, seperti
pekerjaan pada temperatur yang tinggi, zat kimia, ruang hampa udara, dan pada
kondisi yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia. Ada juga robot sebagai alat
hiburan dan ada pula robotyang bertugas untuk menggantikan pekerjaan yang
menuntut keahlian (accurary), kecepatan dan lain-lain. Ada pula robot yang
berfungsi untuk mengerjakan pekerjaan yang rutin seperti robot pada pemintalan
benang. Pada bidang pertahanan keamanan (Hankam), robot digunakan sebagai
penjinak bom. Saat ini robot dikembangkan agar dapat berpikir sendiri dengan
logika-logika yang telah ditanamkan pada software dalamrobot tersebut.
Ketika para pencipta robot pertama kali mencoba meniru
manusia dan hewan, mereka menemukan bahwa hal tersebut sangatlah sulit;
membutuhkan tenaga penghitungan yang jauh lebih banyak dari yang tersedia pada
masa itu. Jadi, penekanan perkembangan diubah ke bidang riset lainnya. Robot
sederhana beroda digunakan untuk melakukan eksperimen dalam tingkah laku,
navigasi, dan perencanaan jalur. Teknik navigasi tersebut telah berkembang
menjadi sistem kontrol robot autnomous yang tersedia secara komersial; contoh
paling mutakhir dari sistem kontrol navigasi autonomous yang tersedia sekarang ini
termasuk sistem navigasi berdasarkan-laser dan Visual Simultaneous Localization
and Mapping (VSLAM) dari ActivMedia Robotics dan Evolution Robotics. Ketika
para teknisi siap untuk mencoba robot berjalan kembali, mereka mulai dengan
hexapod dan platform berkaki banyak lainnya. Robot-robot tersebut meniru
serangga dan arthropod dalam bentuk dan fungsi.
Analisa :
Trend robotika tersebut menawarkan fleksibilitas
yang besar dan terbukti dapat beradaptasi dengan berbagai macam lingkungan,
tetapi biaya dari penambahan kerumitan mekanik telah mencegah pengadopsian oleh
para konsumer. robot-robot ini stabil secara
statis yang membuat mereka bekerja lebih mudah.
Langganan:
Postingan (Atom)